Jumat, 02 Desember 2016

Ada Satu

Sejak masa ku mula mampu membaca
Ada satu kata yang tak mampu kueja
Bukan karena ku tak piawai merangkai huruf
menjadi penggalan suku kata
menjelma kalimat penuh makna

Sejak pagi paling dini ku sanggup mengamati
Ada satu bentuk yang tak mampu kucerna
Bukan karena nalarku yang tak bertumbuh
mengait-ngaitkan peristiwa
mencocokkan simtom dan sumbernya

Dasawarsa berlari, membumbung
menenggalamkan usia setiap nyawa

Sejak embun paling tetes kunikmati segar pagi
Ada satu bahagia yang tak bisa kurenda
Bukan karena aku tak punya asa
membasuh mentari dengan sapa
memecah hening dengan canda

: namamu

Bintaro, 2 Desember 2016

Kamis, 17 November 2016

Pada Dasawarsa Kutitipkan Mahadendam

Di sebuah dhuha dalam kurun dasawarsa
Sekelebat bersapa selendang biru muda
Kala itu aku termangu, paku, bisu
Cukup kuredam mahadendam
Biarlah masa merenda perkara

Dasawarsa telah menggenang
Rona-rona menjelma dan menghilang
Tapi... tiada satu pun mahadendam baru
yang mampu menancap bisu

Hujam sungguh ia meradang
Teramat hebat ribuan tanya
:
Apa kabar sang biru?
Apakah ia menghijau bersama waktu?
Masihkah ia memaku bersama bisu?

Mahadendam amat meradang
...dalam bisu
...dalam tunggu

Bintaro, 17 November 2016

Minggu, 30 Oktober 2016

Kutu Piatu

Larut kucandai kutu di sudut kamar
Mencari kucing untuk bersinggah, katanya
Ia berkisah tentang induknya yang malang
ciut di atas kasur yang kemarin kujemur
Mungkin waktunya tinggal sehari-dua
Ribuan tasbih bisa membahana, katanya
Lidahku pun bungkam

Bintaro, 30 Oktober 2016

Kamis, 20 Oktober 2016

Canopus di Langit Jayakarta

T'lah lama kudendam cahaya paling sayu
Terkubur dalam impian, karena mega abadi menjelma
Jubah malam pun tak kuasa meredam titah sang mega
Timur, Tenggara, Barat Laut, Utara
Jingga merona tanpa kenal purnama

Lama sudah kudamba menghadap angkasa
Di jantung savana yang menggigil dalam pekat
Apa dayaku, terpasung gedung-gedung ibukota

Tiba-tiba malam ini dendam itu berteriak!
Membahana mataku dalam gempitanya kesiap
Kutatap lekat ia bersemu, merona malu-malu
Canopus-ku telah menemukan jalannya

Tapi bukankah cahaya sayu itu keemasan?
Apa itu merah berkedip di dekatnya?
Ah sudahlah, aku masuk saja
Setidaknya telah kupandang canopus paling indah
yang teramat kudendam di langit Jayakarta

Bintaro, 20 Oktober 2016