Bismillah, saya yg miskin wawasan ini mencoba nekat membahas "Mahasiswa STAN dan Partai Politik". Dengan hashtag #mSTANpp
1. Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (#STAN) adalah Perguruan Tinggi Kedinasan (PTK) di bawah naungan Kemenkeu RI. #mSTANpp
2. Seperti mahasiswa PTK pada umumnya, Mahasiswa #STAN dipersiapkan menjadi abdi negara di lingkungan Kemenkeu. #mSTANpp
3. Jadi sejatinya, Mahasiswa STAN memerankan 2 lakon: #mahasiswa dan #bakalCPNS, dengan segala warna dan tipikalnya. #mSTANpp
4. Tipikal seperti apa? Mahasiswa dengan segala sikap 'kepemudaan'-nya, bakal CPNS dengan segala sikap 'kebirokratan'-nya. #mSTANpp
5. Sebenarnya, kedua lakon ini tidak bertentangan, asalkan dimainkan dengan baik. Sayangnya banyak yg lebay menyikapi lakon ini. #mSTANpp
6. Lebay, karena ada yg 'kelewat mahasiswa' hingga lupa batasan. Lupa kalo dia Mahasiswa PTK, bukan Mahasiswa PTN. #mSTANpp
7. Lebay, karena ada yg 'kelewat birokrat', jadi semuanya kaku gak pake kompromi. Kreativitas tidak berkembang. Kuliah doank. #mSTANpp
8. Saking kakunya, gerak-geriknya kayak robot. Diajakin aksi damai mendukung KPK aja gak mau dengan alasan takut ke-DO. Halah!! #mSTANpp
9. Saking bebasnya, ada yang aktif di partai politik. Nah ini pembahasan sebenarnya. :) #mSTANpp
10. Beberapa teman saya pernah membahas hal ini, dan mereka sepakat tidak layak Mahasiswa STAN terlibat langsung dalam parpol. #mSTANpp
11. Kenapa? Ya itu tadi, kita adalah calon birokrat. Aktif di parpol >> dikader parpol >> jadi pengurus >> melanggar UU. #mSTANpp
12. Atas dasar logika no.11, beberapa orang memanfaatkannya utk menyerang sekelompok orang tertentu. #mSTANpp
13. Alkisah, pernah Ustaz Hidayat Nur Wahid hadir dalam sebuah acara di STAN. Beliau memberikan ceramah yg sangat memotivasi. #mSTANpp
14. Semua tahu siapa HNW, nama beliau sudah lekat sekali dengan salah satu parpol, sebut saja PKS (inisial disamarkan, hhehee). #mSTANpp
15. Tapi, apakah Ustaz HNW hadir di Kampus STAN dlm kapabilitas sebagai orang PKS? Tidak, beliau hadir sebagai guru. #mSTANpp
16. Tidak ada materi tentang PKS di dalamnya, pun atribut PKS. #mSTANpp
17. Sayangnya, ada yg memanfaatkan kesempatan itu utk menghembuskan angin tak sedap kpd Masjid Baitul Maal, penyelenggara acara. #mSTANpp
18. Isu-isu ada keterlibatan PKS dlm struktur LDK bernama 'Masjid Baitul Maal' semakin dilancarkan dgn kehadiran Ustaz HNW. #mSTANpp
19. Saya kader MBM, sedih ingat kejadian twit no.18. Saat itu sangat ingin bereaksi, tapi saya diminta menahan diri. #mSTANpp
20. MBM itu lembaga keagamaan mahasiswa muslim, apakah salah mengundang ustaz? Trus, mesti ngundang pendeta, gitu? #mSTANpp
21. Lupakan tentang Ustaz HNW. Demi menyemarakkan suasana islami, pernah MBM menggelar konser nasyid. Lagi2 diwarnai isu. #mSTANpp
22. Padahal panitia dg tegas sudah melarang atribut partai apapun yg masuk. #mSTANpp
23. Dan tahukah siapa penyelenggara kedua acara itu? MBM. #mSTANpp
24. Di kesempatan lain, ada acara seminar politik. Menghadirkan tokoh-tokoh ternama. #mSTANpp
25. Ada beberapa narasumber, yang paling saya ingat ada Ibas dan Ruhut Sitompul. Semua tahu itu kader Partai Demokrat. #mSTANpp
26. Saya tunggu suara-suara negatif itu, tidak ada! #mSTANpp
27. Lalu sebenarnya yg jadi masalah bagi para penggosip itu, parpol-nya atau MBM-nya? #mSTANpp
28. Hey!! Padahal jelas sekali Ibas-Ruhut datang dalam sebuah acara politik! #mSTANpp
29. Lalu saya bertanya-tanya, sebenarnya di STAN ini adanya PKS atau Partai Demokrat sih? #mSTANpp
30. Saya masih ingat beberapa orang yg sangat mengelu-elukan kehadiran dua kader parpol franchise (Partai Demokrat) itu. #mSTANpp
31. Kalo mau main isu balas isu, darah muda saya saat itu sudah sangat ingin mem-bully mereka. #mSTANpp
32. Tapi saya ini kan anak MBM? Masa iya melakukan hal-hal tidak terhormat dengan black campaign? #mSTANpp
Masih mau membahas #mSTANpp, tapi udah malem. Besok aja kali ya? Mungkin emang agak melebar bahasannya. Maaf deeh. :)
Pagi ini mau lanjut #mSTANpp. Di note saya tercatat sampai no.32 semalem ya? Oke, bismillah.
33. Pertanyaan demi pertanyaan terus berkelebat. Memang membuat sy bingung saat itu. Dan di sinilah pola pikir sy salah kala itu. #mSTANpp
34. Paradigma saya saat itu masih hitam-putih, kalo nggak kita ya mereka, kalo gak putih ya hitam. #mSTANpp
35. Saya ingat sekali waktu itu ada yg menasihati. "Sebenarnya tidak masalah partai apapun terlibat di kegiatan kampus." #mSTANpp
36. Ya, saya yg buta wawasan saat itu hanya melongo dan bertanya-tanya. Yang menasihati saat itu terbilang senior. #mSTANpp
37. "Kampus ini tempat kita belajar memainkan peran, dan di sinilah kita belajar akan banyak hal sebelum terjun ke masyarakat." #mSTANpp
38. "Tidak salah jika ada tokoh-tokoh partai politik menjadi pengisi acara di kampus. Toh mereka juga punya peran lain." #mSTANpp
39. "Karena selain politisi, mereka pasti punya kapabilitas sebagai ustaz, businessman, dosen, dsb." #mSTANpp
40. "Yang jadi masalah justru pola pikir kamu ini. Mudah terbawa suasana, yg hanya memandang dari satu sisi." Saya pun #terdiam. #mSTANpp
41. "Yg salah ketika kalian terlibat secara langsung menjadi anggota dan pengurus. Karena memang akan bertentangan dgn UU." #mSTANpp
42. "Apalagi setelah jadi pegawai nanti, hati2lah jgn sampai ada atribut partai apapun yg kau gunakan." #mSTANpp
43. "Bukan berarti hak-hakmu sebagai rakyat sipil dilepaskan, sama sekali bukan." #mSTANpp
44. "Hati dan ideologi condong ke partai tertentu, manusiawi. Tapi independen dalam perilaku adalah hal yg harus diperhatikan." #mSTANpp
45. Lebih panjang lagi nasihat itu, tapi cukuplah saya kutipkan penggalannya. #mSTANpp
46. Logika no.11 pun tak semestinya begitu, logika hitam-putih saya pun tak seharunya begitu. #mSTANpp
47. Karena ada bagian2 yg membuat kita bijak dalam berpolitik. Bergaul dgn politisi tak salah, karena mereka juga manusia. #mSTANpp
48. Bikin acara kampus dengan kehadiran politisi pun tak usah dipersoalkan, kecuali secara terbuka mereka kampanye. #mSTANpp
49. Dan banyak isu pun tak masalah. Selama tidak membahayakan, isu tetaplah isu. Jika sudah ke taraf fitnah, baru ditindak! #mSTANpp
50. Menjadi antipati kepada parpol pun bukan sikap yg tepat. Karena ini negara demokrasi, kepentok ke mana pun nemu parpol juga. #mSTANpp
51. Maka jika saya bisa mengulang, rasanya ingin memperbaiki sikap. Tak perlulah saya marah saat itu, tak perlu bersu'uzhon. #mSTANpp
52. Apatah lagi sampai menganggap black campaign segala. Duhai, cetek sekali pemikiranmu, Dio!! #mSTANpp
53. Dan sebentar lagi menjadi pegawai negeri, Insya Allah. Pemikiran cetek itu harus dibuang. #mSTANpp
54. Harus lebih cerdas dalam bersikap, terutama menyikapi tentang keberadaan parpol ini. #mSTANpp
55. Karena parpol bukan barang haram mutlak, hanya memang ada bagian2 yg hannya boleh pada restricted area. #mSTANpp
56. Masih banyak pelajaran lain yg bisa saya petik tntang parpol ini. Tapi biarlah saya pahami sendiri saja dulu. #mSTANpp
57. Hal yg pokok adalah jangan bersikap antipati kepada parpol, pun jangan fanatik apalagi sampai mengambil bagian sebagai anggota. #mSTANpp
58. Lepaskan semua atribut parpol yg dimiliki, bersikaplah wajar sebagaimana rakyat sipil pada umumnya. #mSTANpp
59. Akan halnya bergaul dengan orang2 parpol dalam kapasitasnya sebagai manusia, maka tanggalkanlah embel2 birokrat. #mSTANpp
60. MBM diisukan menjadi markas PKS? Biar saja, toh saya tahu struktur di dalamnya tidak ada campur tangan anggota PKS. #mSTANpp
61. Saya dibilang orang PKS? Sebenarnya ada bangga juga disamakan dengan kader2 partai yg oke punya. #mSTANpp
62. Meskipun orang PKS pun tak akan sudi menjadikan saya yg calon birokrat sebagai anggotanya. #mSTANpp
63. Saya dibilang orang Partai Demokrat? Entah dari mana pula itu. Tapi di Demokrat pun banyak orang hebat, saya tahu. #mSTANpp
64. Lantas apa masalahnya dengan parpol? Toh ia bagian negara ini juga. #mSTANpp
65. Sekali lagi, sikap dan penyikapan kitalah yg harus bijak dan dewasa dalam hal ini. #mSTANpp
66. Bukan saling mencurigai, bukan saling tuduh. Saling-silang sudah biasa, tapi permusuhan jangan dibesarkan. #mSTANpp
67. Karena apa jadinya jika sesama Mahasiswa STAN saja sudah saling menghujat? (Ehm! Jadi ingat kasus 'Penghujat KMSTAN') #mSTANpp
68. Padahal di kampus inilah harapan negeri tertambat, demi sektor yang sangat vital: keuangan. #mSTANpp
69. Dunia mahasiswa adalah dunia pembelajaran. Masyarakat, inilah dunia yang sesungguhnya. #mSTANpp
Sudahi saja ya tentang #mSTANpp? Meskipun ngalor-ngidul gak jelas, semoga ada yg bisa dipetik. :)
Alhamdulillah. Semoga tak ada yg tersakiti, jika ada semoga mau memaafkan diri ini. #mSTANpp
Kamis, 24 November 2011
Senin, 21 November 2011
Negeri Santun Itu
Alkisah tersebutlah sebuah negeri di Tenggara Asia. Negeri elok, permai, cantik, menarik, kaya sumber daya alam, berkebudayaan yang beragam, dan penuh kepribadian. Negeri itu, negeri yang hingga sedetik yang lalu masih membuat diri ini bangga, negeri yang membuat diri ini bersyukur sekali menjadi bagian di dalamnya. Negeri itu dikenal dengan budaya timur yang sangat kental dengan kesopanannya, keramahannya, gotong-royongnya, tenggang rasanya, tepa seliranya, dan segenap pujian lainnya.
Kebanggaan sedetik yang lalu itu, seketika agak tertutupi dalam hati ini. Benarkah ini negeriku? Atau aku sedang tersesat di negeri lain yang berbahasa sama dengan negeriku, dengan peta yang sama dengan negeriku, dengan bentuk pemerintahan yang sama dengan negeriku, dengan ras manusianya yang sama dengan negeriku? Hanya itu yang kuharapkan, bahwa aku sedang tersesat di sebuah negeri alien dengan rupa yang sama persis dengan negeriku.
Negeri santun itu, tidak akan mau mencerca tetangganya dengan hinaan tak berakhlak. Negeri santun itu, tidak akan mau meneriaki tetangganya dengan kata-kata kotor. Dan negeri santun itu, tidak akan membuat gaduh tak termaafkan saat lagu kebangsaan negeri sahabat dilantunkan dalam pertandingan olahraga. Ya, karena negeri santun itu adalah negeriku. Negeri santun di tenggara Asia, di barat laut Australia.
Sedangkan di sini aku sedang tersesat. Lihatlah negeri tempatku berada saat ini! Caci-maki membudaya, hinaan kepada tetangga terus menggejala. Menang pertandingan, jumawa. Kalah pertandingan, mencerca lawannya. Dan yang membuat aku ingin segera pulang ke negeriku yang santun, karena negeri ini tak beradab! Tanpa sungkan menenggelamkan lagu kebangsaan tetangga yang sedang dikumandangkan di awal pertandingan. Tanpa malu membuat coreng nama baik sendiri sebagai negeri penyelenggara pertandingan. Kalau ingat seremonial pembukaannya, sungguh malu aku tersesat di negeri ini!
Di sana, di negeri para tetangga, sikap tak beradab itu telah menjadi berita. Bukan hanya tetanga terdekat, tapi sudah sekian negeri memberitakan sikap tak berakhlak negeri ini. Tinggal tunggu saja, negeri ini dicemooh laksana sebuah negeri komunis yang rakyatnya pernah melakukan hal serupa kepada negeri yang pernah menjajah negeri ini. Tinggal tunggu saja, federasi olahraga memberikan sanksi atas tindakan memalukan negeri ini. Tinggal tunggu saja, Yang Maha Kuasa memberikan peringatan yang lebih nyata.
Dan nanti malam, negeri ini akan berhadapan kembali dengan negeri tetangganya. Dalam sebuah pertandingan yang diberi nama ‘final’. Bagaimana nasib lantunan lagu kebangsaan negeri sahabat itu nanti malam? Ah, aku berharap segera kembali ke negeriku sekarang juga. Negeri santun itu....
Di salah satu sudut negeri ‘santun’, 21 Nopember 2011
Minggu, 13 November 2011
Psy Trap, Modus Mengesalkan Ala Sebagian Mahasiswa STAN
Menjadi mahasiswa sebuah perguruan tinggi kedinasan yang menerapkan seleksi ketat di setiap semesternya membutuhkan strategi yang tidak asal-asalan. Pilihan untuk ‘hanya belajar’ atau menambah aktivitas lain kembali ke pribadi masing-masing. Akan tetapi, apapun pilihan itu, konsekuensinya adalah manajemen waktu dan manajemen psikologi adalah hal yang harus ditata sebaik mungkin.
Tiga tahun menjadi Mahasiswa STAN, saya mendapati kenyataan bahwa ada orang-orang tertentu yang melancarkan trik-trik tertentu kepada teman-temannya sesama Mahasiswa STAN dalam rangka persaingan. Pada umumnya bukanlah trik ‘rendahan’. Misalnya dengan dengan memberikan makanan/minuman yang membahayakan kesehatan. Tidak! Trik seperti itu tidak dilakukan oleh Mahasiswa STAN.
Mental, ya mental, itulah yang selalu menjadi titik serang untuk ‘mengalahkan lawan’ sesama Mahasiswa STAN. Disadari atau tidak, ada banyak para pelaku psy-trap di kalangan Mahasiswa STAN. Seperti apakah modusnya? Mari kita mulakan dengan Bismillah.
Modus Satu
Seperti sebuah kebiasaan, mahasiswa-mahasiswa tertentu akan melancarkan strategi psy-trap dalam penyelesaian tugas. Ketika sudah mengerjakan separuh tugas, rehat sejenak untuk sekadar sms atau mention twitter.
“Eh, ada tugas apa aja ya?” Memberi kesan bahwa ia tidak tahu ada tugas atau tidak.
Sang teman pun akan menjawab bahwa tugasnya ini dan itu, halaman sekian dan sekian.
Lalu sang pelaku psy-trap akan mendiamkan sms itu terlebih dahulu. Ketika ia berhasil menyelesaikan tiga per empat tugasnya, barulah membalas sms.
“Duh, gue baru tau. Ajarin donk!” Memberi kesan bahwa dia tidak lebih pintar dari temannya itu.
“Tapi gue nggak ngerti.”
“Sama.” Padahal tugas hampir selesai.
“Ya udah besok aja kita nyalin punya si X, katanya sih pendek.”
“Oke.”
Besoknya, ketika mata kuliah yang bersangkutan akan dimulai, dia pura-pura ikut sibuk menyalin jawaban tugas dari temannya. Modal banget! Kertas folio, pulpen, dan segenap piranti lainnya. Lalu tibalah waktu tugas harus dikumpulkan. Tadaaa! Ia pun mengeluarkan bundelan kertas rapi berisi jawaban tugas yang sudah ia persiapkan dengan baik. Tertipulah temannya yang dia tanyai tadi malam. Sementara itu, yang memang bingung dan ikut menyalin jawaban malah melongo, jawaban tugasnya hanya sepersekian.
Modus Dua
Ini tentang ujian. Malam sebelum ujian, biasanya banyak yang bertanya.
“Eh, lu belajar dari mana?” Niatnya mengecek persiapan temannya.
“Aduh, bingung gue. Belajar apa? Kalo elu?” Jebakan dipasang.
“Baru baca IMMSI doank nih.” Jujur. Yang dimaksud adalah paket soal bahas yang disediakan IMMSI.
“Oh, bagus ya? Ya udah deh gue baca IMMSI juga deh.” Padahal bukunya Warren-Fees, Kieso, dan lain-lainnya lengkap dan sudah dipelajari.
Si jujur beranggapan ada teman yang juga belajar hanya dari paket soal bahas IMMSI. Sudah itu saja. Dan ia pun tertipu.
Modus Tiga
Masih malam sebelum ujian. Apapun info yang kemungkinan bisa disebut kisi-kisi, ia sebarkan ke sebanyak mungkin teman. Tanpa pilih-pilih, yang penting terlihat banyak. Efeknya? Yang bingung semakin bingung, lantaran materinya terlihat sangat banyak. Padahal intinya sama, itu-itu juga.
Modus Empat
Sesaat sebelum ujian. Ketahuilah, ada yang pura-pura bingung membaca materi di kelas sebelum ujian itu, ternyata sudah hapal di luar kepala! Mahasiswa yang benar-benar bingung ikut-ikutan belajar sesaat sebelum ujian, berusaha menghapal sebanyak mungkin. Hasilnya otaknya nge-hank, malah jadi banyak blank.
Lalu datang juga pelaku psy-trap lainnya.
“Aduh, gue ketiduran deh semalem. Cuma baca lima halaman.”
“Gue muter-muter belajar dari IMMSI, kagak ngerti juga.”
“Udahlah gue pasrah aja deh.”
“Saya nggak baca sama sekali.”
Hasilnya? Itu empat-empatnya nilainya A.
Modus Lima
Saat ujian, ekspresi kebingungan luar biasa. Bolak-balik toilet, lap keringat, dan sebagainya. Hal ini menularkan kegugupan kepada teman-temannya. Dia sendiri dengan leluasa menjawab soal dengan hati penuh kemenangan.
Modus Enam
Setelah keluar dari ruang ujian di hari pertama. Sibuk bertanya.
“Eh, lu balance nggak?”
“Nggak tuh, tadi kayaknya ada yang salah.” Jujur.
“Gue balance.” Ini yang lain, jujur juga.
“Kayaknya sengaja dibikin nggak balance deh, tadi gue pake asumsi.” Psy-trap.
Dan yang tadinya balance dan seharusnya benar, meragukan jawabannya sendiri. Besoknya, psikologinya menurun drastis, tidak percaya diri.
Modus Tujuh
Setelah keluar dari ruang ujian. Sibuk bertanya ini-itu, menggamangkan hati teman-temannya.
“Tadi jawaban nomor dua apa ya?”
“Aduh, gue nggak bisa jawab sama sekali!”
“Pasrah aja deh.”
“Aku? Mengarang indah.”
“Wah, ke-DO deh gua kayaknya.”
Saat pengumuman kelulusan, ee masuk papan atas.
Mungkin masih ada beberapa modus lainnya. Tapi saya rasa ini sudah cukup untuk mengutarakan sedikit maksud yang ingin saya sampaikan melalui tulisan ini. Terutama kepada teman-teman saya yang masih aktif sebagai Mahasiswa STAN.
Belajarlah untuk bersikap dewasa. Persaingan memang boleh saja terjadi, tapi lakukanlah dengan bijak. Berlakulah jujur, tidak usah melakukan trik-trik yang sering mengesalkan dan mengecewakan orang seperti itu. Kalau memang kemampuan terbatas, cukup cari cara pemecahannya.
Ketahuilah bahwa orang-orang yang bersikap dengan modus seperti ini tidak akan bertahan lama di dalam pergaulan. Anda akan dicap tidak jujur oleh teman-teman Anda, dan bukan tidak mungkin hati mereka terluka karena sikap Anda.
Mungkin tulisan ini menyinggung orang-orang tertentu, mohon maaf. Mungkin tulisan ini malah membingungkan, mohon maaf juga. Saya hanya berupaya menyampaikan apa yang saya pikirkan, walaupun mungkin tidak ada kemampuan yang mumpuni di dalam diri saya mengenai hal ini.
Semangat berkarya!! Selamat ujian!
Jurangmangu, 13 Nopember 2011, 17.19 WIB.
Rabu, 09 November 2011
Mengamankan Akun di facebook.com dari Posting Nakal
Maraknya penggunaan jejaring sosial di dunia kedua (saya tidak menyebutnya ‘dunia maya’) memberikan banyak dampak positif ke dalam kehidupan kita yang mampu menggunakannya dengan bijak. Dengan meluasnya penggunaan facebook.com misalnya, maka semakin terbuka peluang untuk memanfaatkannya sebagai media promosi. Entah itu promosi barang, jasa, atau bahkan kampanye kandidat presiden/kepala daerah.
Akan tetapi, sebuah hal yang menggejala akhir-akhir ini seringkali merugikan para pengguna facebook.com. Apa pasal? Pengguna facebook.com banyak yang menjadi korban posting palsu dari pihak ketiga mengatasnamakan akun yang dimilikinya. Entah itu melalui pembajakan akun dengan kebocoran password atau melalui aplikasi yang otomatis mem-posting bermacam hal atas nama pemilik akun. Meresahkan, memang. Apalagi jika posting otomatis tersebut berisi konten-konten negatif yang sama sekali bertentangan dengan kepribadian dan keinginan pemilik akun.
Setelah mengamati fenomena ini, saya terpikirkan untuk berbagi cara yang mungkin bisa dilakukan agar akun kita di facebook.com bebas dari tangan-tangan usil yang tidak bertanggung jawab. Berikut hal-hal yang harus kita perhatikan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan tersebut.
Password menjadi kunci yang sangat menentukan agar kita bisa mengakses akun yang kita miliki. Tanpa password yang tepat, kita tidak akan bisa membuka akun kita di facebook.com. Akan tetapi, banyak orang yang meremehkan keberadaan password ini. Dengan alasan supaya mudah diingat, password yang simple pun dipilih. Saking mudahnya diingat, password itu pun dengan mudah ditebak oleh orang lain yang berniat jahat/usil terhadap akun kita.
Sangat penting diingat, jangan pernah menggunakan tanggal lahir sebagai password! Karena hal ini sangat mudah ditebak, apalagi dengan data-data diri kita yang sudah bertebaran di mana-mana. Termasuk dalam hal ini adalah nomor ponsel, nomor rumah, dan angka-angka yang sering Anda pakai sebagai ciri khusus Anda dalam bersosialisasi. Misalnya Anda bergabung dalam sebuah komunitas tertentu, dengan nama keren di komunitas itu ‘Agen2087’. Jangan pernah menggunakan kombinasi angka ‘2087’ sebagai password!
Gunakanlah password yang mudah Anda ingat tetapi susah ditebak orang lain. Caranya? Kombinasikan huruf besar, huruf kecil, angka, dan karakter spesial dengan jumlah karakter yang tidak kurang dari delapan karakter. Contoh sederhana: AvAilAble2012=
Penting juga untuk menjaga kerahasiaan password ini. Tidak perlu memberitahukannya kepada teman-teman Anda, walaupun hanya dalam bentuk clue yang berujung pada tertebaknya password yang Anda gunakan.
2.
Perhatikanlah di mana Anda berada! Jika Anda mengakses internet di tempat umum, misalnya warnet, Anda harus ekstra hati-hati. Jangan pernah membiarkan kotak ‘keep me login’, ‘always login’, dan sejenisnya dicentang! Jika ada pilihan ‘save password’, pilihlah ‘dont save’.
Atau Anda bisa menggunakan ‘private browsing’ (Mozilla Firefox), ‘incognito window’ (Google Chrome), ‘private window’ (Opera), dan sejenisnya. Cari saja di menu browser Anda, pilihan ini mudah ditemukan, biasanya dengan shortcut Ctrl+Shift+N. Dengan fasilitas ini, komputer tidak akan menyimpan thumbnail saat Anda browsing, dan tidak ada history yang terekam saat Anda menggunakannya. Password dan username Anda pun tidak akan tersimpan di browser. Memang risikonya jika tanpa sengaja menutup browser, Anda tidak dapat me-restore-nya. Tapi apalah artinya dibandingkan keamanan password Anda? Berhati-hati saja dan jangan terlalu agresif menggerakkan mouse atau menekan tuts keyboard tanpa arah yang jelas!
3.
3. Godaan Link
Sekarang, makin banyak bertebaran link di facebook.com. Ada yang memang memberikan informasi bermanfaat, ada juga yang membuat kesal pengguna facebook.com karena terjebak dalam ‘jebakan betmen’. Berhati-hatilah dengan link ini! Bahkan jikapun link tersebut Anda terima dari akun yang terpercaya. Karena bisa jadi, itu ulah jahil aplikasi jahiliyah yang juga telah menjebak orang yang ‘mengirimi’ Anda link tersebut.
Lalu bagaimana kita mengetahui apa sebenarnya isi link itu dengan aman? Silakan copy link tersebut, buka browser yang lain (pastikan username dan password Anda tidak dalam posisi ‘keep me login’ dan sejenisnya) atau buka fasilitas private browsing yang baru, paste-kan link tadi, lalu tekan enter. Apapun isi link itu, akun Anda di facebook.com aman dari kejadian yang tidak diinginkan. Selanjutnya Anda-lah yang memutuskan apakah isi link itu baik atau tidak. Karena Anda adalah pengguna facebook.com yang dewasa serta bisa berpikir dan bertindak secara dewasa pula.
Hal yang juga tidak boleh dilupakan, logout akun Anda sebelum meninggalkan warnet! Untuk lebih meyakinkan lagi jika Anda tidak menggunakan mode private browsing, lakukan clear history minimal untuk jam saat Anda memakainya!
4.
4. Aplikasi Web Pihak Ketiga
Sudah banyak aplikasi yang menggunakan facebook.com sebagai inangnya. Mulai dari yang sekadar kuis-kuis ringan berhadiah gambar (semacam kuis ‘Siapa artis yang paling ingin kamu ajak nge-date?’), hingga promo produk perusahaan tertentu yang menjanjikan hadiah barang ekonomis (misalnya ‘Choey Choco’). Bijaklah menggunakan aplikasi, jangan sampai Anda terjebak dengan posting-posting memalukan dari aplikasi tersebut hanya karena Anda teledor!
Saat awal kita menggunakan sebuah aplikasi, ada kotak dialog yang meminta persetujuan kita (‘allow’ atau ‘dont allow’). Jangan remehkan hal ini! Anda bisa melihat apa saja yang bisa dilakukan aplikasi tersebut terhadap akun Anda dari kotak dialog. Pilihan ‘allow to access your basic information’, saya kira tidak terlalu urgent karena di profil sendiri kita sudah menampilkan apa saja yang kita tidak berkeberatan jika ada orang lain yang mengaksesnya. Namun jika ada pilihan ‘allow application to post to your friend’s wall as you’, atau ‘allow application to send message as you’, atau pembolehan lain yang mencurigakan, Anda patut mempertimbangkan kembali untuk menggunakan aplikasi itu atau tidak. Karena jika ini Anda abaikan, jangan marah jika sewaktu-waktu aplikasi tersebut membuat posting-posting tertentu mengatasnamakan akun Anda.
5.
5. Login Form di Website Lain
Hati-hatilah ketika browsing! Ada website tertentu yang menjebak Anda untuk memberitahukan mereka akun dan password Anda di facebook.com! Biasanya di website tersebut langsung ada kotak berwarna biru dan putih, lengkap dengan logo facebook.com dan kolom e-mail serta password. Sepintas sangat meyakinkan. Sekali-sekali jangan pernah mengisi kolom tersebut!
Facebook.com memang menyediakan fasilitas share button, like button, dan comment button untuk dipasang di website atau weblog bagi yang menginginkannya. Akan tetapi, kita tidak pernah diminta langsung mengisikan e-mail dan password di website lain selain facebook.com itu sendiri, kecuali itu adalah tipu daya website yang bersangkutan. Jika memang Anda tidak dalam keadaan login di akun facebook.com yang Anda miliki, maka Anda akan diarahkan ke jendela browser yang baru untuk login di alamat tertentu dengan format ‘www.facebook.com/...’. Jadi, jangan pernah tergoda mengisi login form di alamat yang tidak jelas!
6.
6. Aplikasi Seluler (Mobile Application)
Semakin berkembangnya teknologi seluler juga tidak bisa dilepaskan dari akses terhadap facebook.com melalui mobile device yang kian meningkat. Beragam aplikasi khusus untuk facebook.com pun sudah banyak tersedia, umumnya bisa didapatkan secara gratis kecuali akses internet untuk men-download-nya.
Kebanyakan dari kita pun lebih nyaman menggunakan aplikasi ini dibandingkan mengakses m.facebook.com melalui browser bawaan. Apalagi biasanya jika meng-update status melalui aplikasi ini, nama aplikasinya akan muncul mengiringi status kita. Ya, sifat dasar manusia bahwa eksistensinya ingin diakui. Manusiawi memang.
Namun demikian, penggunaan mobile application ini juga harus Anda cermati. Jangan mudah tergoda dengan aplikasi-aplikasi yang tidak jelas vendor-nya dan seringkali membuat Anda terjebak juga. Gunakan hanya mobile application yang Anda yakini kredibilitasnya. Bisa dengan mencari tahu review atas mobile application tersebut sebanyak-banyaknya, atau bertanya kepada kerabat/kenalan yang sudah pernah menggunakannya.
Agar lebih aman, Anda bisa memanfaatkan aplikasi-aplikasi yang sudah terdaftar secara resmi di application store pada perangkat seluler Anda. Misalnya Ovi Store (Nokia), Blackberry Appworld, Android Market, iOS App (Apple), dan Marketplace (Windows Mobile). Pada umumnya, aplikasi yang sudah terdaftar secara resmi di sana sudah melalui uji kelayakan sehingga aman digunakan. Meskipun tetap ada kemungkinan yang tidak terjaring, tapi jauh lebih aman daripada aplikasi yang tidak jelas asal-usulnya.
7.
7. Cekatan Menindaklanjuti
Bagaimana jika terlanjur masuk perangkap? Apa yang harus kita lakukan?
Tenang, tidak usah terlalu panik. Jika memang selama ini reputasi Anda di dunia kedua baik, maka tidak akan begitu mudah bagi teman-teman Anda menilai Anda negatif hanya karena posting mengatasnamakan Anda yang isinya tidak sesuai dengan karakter dan kebiasaan Anda. Malah mereka akan memberikan support dengan membantu Anda menghentikan aksi kurang ajar perangkap tersebut. Misalnya dengan menghapus posting tersebut dan me-report dan/atau menge-block aplikasi yang menjebak Anda.
Jika Anda sedang dalam keadaan online chat, segera buat akun Anda offline dengan klik chat button di kanan bawah, lalu klik gambar gear, hilangkan centang pada opsi ‘available for chat’. Hal ini untuk meminimalkan kemungkinan akun Anda mengirim link yang tidak Anda inginkan kepada teman-teman Anda yang sedang online.
Setelah itu, jangan terburu-buru mengonfirmasi bahwa posting tersebut bukan Anda yang melakukannya. Itu urusan mudah, nanti saja! Segera logout akun Anda, tunggu sekitar enam menit, lalu login lagi. Setelah Anda kembali login (sebaiknya dengan cara yang sudah saya paparkan di poin privasi akses internet), pastikan chat Anda dalam posisi offline. Kemudian klik opsi ‘Account Setting’ pada tanda segitiga di pojok kanan atas, klik ‘apps’, lalu klik tanda silang (remove) di sebelah kanan aplikasi yang ingin Anda buang dari akun Anda.
Barulah setelah langkah-langkah tersebut Anda lakukan, Anda bisa mulai menghapus jejak sisa-sisa keusilan aplikasi nakal yang sudah Anda remove. Anda juga bisa me-report dan/atau menge-block aplikasi tersebut. Nah, sekarang Anda sudah bisa menggunakan akun facebook.com Anda dengan aman. Jika Anda merasa membutuhkan konfirmasi kepada teman-teman Anda, silakan.
8.
8. Memperkuat Iman
Apakah poin ini out of the topic? Saya kira tidak. Memperkuat dan menjaga iman kita juga sangat penting dalam menggunakan jejaring sosial semacam facebook.com. Link yang kita terima, tidak semuanya harus kita buka. Jika dari namanya atau preview-nya saja, misalnya, sudah ada gambar wanita berpakaian minim dan/atau pose ‘menantang’, tak usahlah memperturutkan rasa penasaran kita. Karena sekecil-kecilnya sudah pasti ada dosa di sana.
Baiklah, poin demi poin sudah saya bahas sesuai kapasitas saya yang sangat terbatas. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua, sekecil apapun manfaat itu. Wallahu a’lam.
Jurangmangu, 9 Nopember 2011/13 Zulhijjah 1432
Diselesaikan pukul 16.59 WIB
Langganan:
Postingan (Atom)