Rabu, 09 November 2011

Mengamankan Akun di facebook.com dari Posting Nakal

Maraknya penggunaan jejaring sosial di dunia kedua (saya tidak menyebutnya ‘dunia maya’) memberikan banyak dampak positif ke dalam kehidupan kita yang mampu menggunakannya dengan bijak. Dengan meluasnya penggunaan facebook.com misalnya, maka semakin terbuka peluang untuk memanfaatkannya sebagai media promosi. Entah itu promosi barang, jasa, atau bahkan kampanye kandidat presiden/kepala daerah.

Akan tetapi, sebuah hal yang menggejala akhir-akhir ini seringkali merugikan para pengguna facebook.com. Apa pasal? Pengguna facebook.com banyak yang menjadi korban posting palsu dari pihak ketiga mengatasnamakan akun yang dimilikinya. Entah itu melalui pembajakan akun dengan kebocoran password atau melalui aplikasi yang otomatis mem-posting bermacam hal atas nama pemilik akun. Meresahkan, memang. Apalagi jika posting otomatis tersebut berisi konten-konten negatif yang sama sekali bertentangan dengan kepribadian dan keinginan pemilik akun.

Setelah mengamati fenomena ini, saya terpikirkan untuk berbagi cara yang mungkin bisa dilakukan agar akun kita di facebook.com bebas dari tangan-tangan usil yang tidak bertanggung jawab. Berikut hal-hal yang harus kita perhatikan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan tersebut.



1. Password


Password menjadi kunci yang sangat menentukan agar kita bisa mengakses akun yang kita miliki. Tanpa password yang tepat, kita tidak akan bisa membuka akun kita di facebook.com. Akan tetapi, banyak orang yang meremehkan keberadaan password ini. Dengan alasan supaya mudah diingat, password yang simple pun dipilih. Saking mudahnya diingat, password itu pun dengan mudah ditebak oleh orang lain yang berniat jahat/usil terhadap akun kita.

Sangat penting diingat, jangan pernah menggunakan tanggal lahir sebagai password! Karena hal ini sangat mudah ditebak, apalagi dengan data-data diri kita yang sudah bertebaran di mana-mana. Termasuk dalam hal ini adalah nomor ponsel, nomor rumah, dan angka-angka yang sering Anda pakai sebagai ciri khusus Anda dalam bersosialisasi. Misalnya Anda bergabung dalam sebuah komunitas tertentu, dengan nama keren di komunitas itu ‘Agen2087’. Jangan pernah menggunakan kombinasi angka ‘2087’ sebagai password!

Gunakanlah password yang mudah Anda ingat tetapi susah ditebak orang lain. Caranya? Kombinasikan huruf besar, huruf kecil, angka, dan karakter spesial dengan jumlah karakter yang tidak kurang dari delapan karakter. Contoh sederhana: AvAilAble2012=

Penting juga untuk menjaga kerahasiaan password ini. Tidak perlu memberitahukannya kepada teman-teman Anda, walaupun hanya dalam bentuk clue yang berujung pada tertebaknya password yang Anda gunakan.
2.      


2. Privasi Akses Internet


Perhatikanlah di mana Anda berada! Jika Anda mengakses internet di tempat umum, misalnya warnet, Anda harus ekstra hati-hati. Jangan pernah membiarkan kotak ‘keep me login’, ‘always login’, dan sejenisnya dicentang! Jika ada pilihan ‘save password’, pilihlah ‘dont save’.

Atau Anda bisa menggunakan ‘private browsing’ (Mozilla Firefox), ‘incognito window’ (Google Chrome), ‘private window’ (Opera), dan sejenisnya. Cari saja di menu browser Anda, pilihan ini mudah ditemukan, biasanya dengan shortcut Ctrl+Shift+N. Dengan fasilitas ini, komputer tidak akan menyimpan thumbnail saat Anda browsing, dan tidak ada history yang terekam saat Anda menggunakannya. Password dan username Anda pun tidak akan tersimpan di browser. Memang risikonya jika tanpa sengaja menutup browser, Anda tidak dapat me-restore-nya. Tapi apalah artinya dibandingkan keamanan password Anda? Berhati-hati saja dan jangan terlalu agresif menggerakkan mouse atau menekan tuts keyboard tanpa arah yang jelas!
3.       

      3. Godaan Link

Sekarang, makin banyak bertebaran link di facebook.com. Ada yang memang memberikan informasi bermanfaat, ada juga yang membuat kesal pengguna facebook.com karena terjebak dalam ‘jebakan betmen’. Berhati-hatilah dengan link ini! Bahkan jikapun link tersebut Anda terima dari akun yang terpercaya. Karena bisa jadi, itu ulah jahil aplikasi jahiliyah yang juga telah menjebak orang yang ‘mengirimi’ Anda link tersebut.

Lalu bagaimana kita mengetahui apa sebenarnya isi link itu dengan aman? Silakan copy link tersebut, buka browser yang lain (pastikan username dan password Anda tidak dalam posisi ‘keep me login’ dan sejenisnya) atau buka fasilitas private browsing yang baru, paste-kan link tadi, lalu tekan enter. Apapun isi link itu, akun Anda di facebook.com aman dari kejadian yang tidak diinginkan. Selanjutnya Anda-lah yang memutuskan apakah isi link itu baik atau tidak. Karena Anda adalah pengguna facebook.com yang dewasa serta bisa berpikir dan bertindak secara dewasa pula.

Hal yang juga tidak boleh dilupakan, logout akun Anda sebelum meninggalkan warnet! Untuk lebih meyakinkan lagi jika Anda tidak menggunakan mode private browsing, lakukan clear history minimal untuk jam saat Anda memakainya!
4.      

      4. Aplikasi Web Pihak Ketiga

Sudah banyak aplikasi yang menggunakan facebook.com sebagai inangnya. Mulai dari yang sekadar kuis-kuis ringan berhadiah gambar (semacam kuis ‘Siapa artis yang paling ingin kamu ajak nge-date?’), hingga promo produk perusahaan tertentu yang menjanjikan hadiah barang ekonomis (misalnya ‘Choey Choco’). Bijaklah menggunakan aplikasi, jangan sampai Anda terjebak dengan posting-posting memalukan dari aplikasi tersebut hanya karena Anda teledor!

Saat awal kita menggunakan sebuah aplikasi, ada kotak dialog yang meminta persetujuan kita (‘allow’ atau ‘dont allow’). Jangan remehkan hal ini! Anda bisa melihat apa saja yang bisa dilakukan aplikasi tersebut terhadap akun Anda dari kotak dialog. Pilihan ‘allow to access your basic information’, saya kira tidak terlalu urgent karena di profil sendiri kita sudah menampilkan apa saja yang kita tidak berkeberatan jika ada orang lain yang mengaksesnya. Namun jika ada pilihan ‘allow application to post to your friend’s wall as you’, atau ‘allow application to send message as you’, atau pembolehan lain yang mencurigakan, Anda patut mempertimbangkan kembali untuk menggunakan aplikasi itu atau tidak. Karena jika ini Anda abaikan, jangan marah jika sewaktu-waktu aplikasi tersebut membuat posting-posting tertentu mengatasnamakan akun Anda.
5.      

      5. Login Form di Website Lain

Hati-hatilah ketika browsing! Ada website tertentu yang menjebak Anda untuk memberitahukan mereka akun dan password Anda di facebook.com! Biasanya di website tersebut langsung ada kotak berwarna biru dan putih, lengkap dengan logo facebook.com dan kolom e-mail serta password. Sepintas sangat meyakinkan. Sekali-sekali jangan pernah mengisi kolom tersebut!

Facebook.com memang menyediakan fasilitas share button, like button, dan comment button untuk dipasang di website atau weblog bagi yang menginginkannya. Akan tetapi, kita tidak pernah diminta langsung mengisikan e-mail dan password di website lain selain facebook.com itu sendiri, kecuali itu adalah tipu daya website yang bersangkutan. Jika memang Anda tidak dalam keadaan login di akun facebook.com yang Anda miliki, maka Anda akan diarahkan ke jendela browser yang baru untuk login di alamat tertentu dengan format ‘www.facebook.com/...’. Jadi, jangan pernah tergoda mengisi login form di alamat yang tidak jelas!
6.      

      6. Aplikasi Seluler (Mobile Application)

Semakin berkembangnya teknologi seluler juga tidak bisa dilepaskan dari akses terhadap facebook.com melalui mobile device yang kian meningkat. Beragam aplikasi khusus untuk facebook.com pun sudah banyak tersedia, umumnya bisa didapatkan secara gratis kecuali akses internet untuk men-download-nya. 

Kebanyakan dari kita pun lebih nyaman menggunakan aplikasi ini dibandingkan mengakses m.facebook.com melalui browser bawaan. Apalagi biasanya jika meng-update status melalui aplikasi ini, nama aplikasinya akan muncul mengiringi status kita. Ya, sifat dasar manusia bahwa eksistensinya ingin diakui. Manusiawi memang.

Namun demikian, penggunaan mobile application ini juga harus Anda cermati. Jangan mudah tergoda dengan aplikasi-aplikasi yang tidak jelas vendor-nya dan seringkali membuat Anda terjebak juga. Gunakan hanya mobile application yang Anda yakini kredibilitasnya. Bisa dengan mencari tahu review atas mobile application tersebut sebanyak-banyaknya, atau bertanya kepada kerabat/kenalan yang sudah pernah menggunakannya.

Agar lebih aman, Anda bisa memanfaatkan aplikasi-aplikasi yang sudah terdaftar secara resmi di application store pada perangkat seluler Anda. Misalnya Ovi Store (Nokia), Blackberry Appworld, Android Market, iOS App (Apple), dan Marketplace (Windows Mobile). Pada umumnya, aplikasi yang sudah terdaftar secara resmi di sana sudah melalui uji kelayakan sehingga aman digunakan. Meskipun tetap ada kemungkinan yang tidak terjaring, tapi jauh lebih aman daripada aplikasi yang tidak jelas asal-usulnya.
7.      

      7. Cekatan Menindaklanjuti

Bagaimana jika terlanjur masuk perangkap? Apa yang harus kita lakukan?

Tenang, tidak usah terlalu panik. Jika memang selama ini reputasi Anda di dunia kedua baik, maka tidak akan begitu mudah bagi teman-teman Anda menilai Anda negatif hanya karena posting mengatasnamakan Anda yang isinya tidak sesuai dengan karakter dan kebiasaan Anda. Malah mereka akan memberikan support dengan membantu Anda menghentikan aksi kurang ajar perangkap tersebut. Misalnya dengan menghapus posting tersebut dan me-report dan/atau menge-block aplikasi yang menjebak Anda.

Jika Anda sedang dalam keadaan online chat, segera buat akun Anda offline dengan klik chat button di kanan bawah, lalu klik gambar gear, hilangkan centang pada opsi ‘available for chat’. Hal ini untuk meminimalkan kemungkinan akun Anda mengirim link yang tidak Anda inginkan kepada teman-teman Anda yang sedang online.

Setelah itu, jangan terburu-buru mengonfirmasi bahwa posting tersebut bukan Anda yang melakukannya. Itu urusan mudah, nanti saja! Segera logout akun Anda, tunggu sekitar enam menit, lalu login lagi. Setelah Anda kembali login (sebaiknya dengan cara yang sudah saya paparkan di poin privasi akses internet), pastikan chat Anda dalam posisi offline. Kemudian klik opsi ‘Account Setting’ pada tanda segitiga di pojok kanan atas, klik ‘apps’, lalu klik tanda silang (remove) di sebelah kanan aplikasi yang ingin Anda buang dari akun Anda.

Barulah setelah langkah-langkah tersebut Anda lakukan, Anda bisa mulai menghapus jejak sisa-sisa keusilan aplikasi nakal yang sudah Anda remove. Anda juga bisa me-report dan/atau menge-block aplikasi tersebut. Nah, sekarang Anda sudah bisa menggunakan akun facebook.com Anda dengan aman. Jika Anda merasa membutuhkan konfirmasi kepada teman-teman Anda, silakan.
8.      

      8. Memperkuat Iman

Apakah poin ini out of the topic? Saya kira tidak. Memperkuat dan menjaga iman kita juga sangat penting dalam menggunakan jejaring sosial semacam facebook.com. Link yang kita terima, tidak semuanya harus kita buka. Jika dari namanya atau preview-nya saja, misalnya, sudah ada gambar wanita berpakaian minim dan/atau pose ‘menantang’, tak usahlah memperturutkan rasa penasaran kita. Karena sekecil-kecilnya sudah pasti ada dosa di sana.

Baiklah, poin demi poin sudah saya bahas sesuai kapasitas saya yang sangat terbatas. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua, sekecil apapun manfaat itu. Wallahu a’lam.

Jurangmangu, 9 Nopember 2011/13 Zulhijjah 1432
Diselesaikan pukul 16.59 WIB

Selasa, 08 November 2011

Kumpulan Twit Tentang #UKS2011

Siapa aja deh yg mau nyimak, saya mau share tentang Ujian Kompetensi Spesialisasi a.k.a. #UKS2011

1. Seperti biasa, salah satu penentu kelulusan Mahasiswa STAN adalah UKS. #UKS2011

2. SKS-nya nol, tapi kalo gak lulus, DO dari STAN. Sayang banget kan? Udah semester akhir pula. #UKS2011

3. Alhasil, #UKS2011 yang sangat fenomenal ini berhasil menggalaukan sebagian Mahasiswa STAN. Kecuali mungkin orang yg seperti saya.

4. Bahkan sekian bulan sebelum #UKS2011, udah banyak yg ribut belajar mati-matian buat UKS. Padahal nyata2 ada UAS yg 9sks.

5. Saya? Enjoy aja, malah masih sibuk mau daftar kepanitiaan. Hhahaa!! #UKS2011

6. Walaupun ditolak juga, dengan alasan terlalu uzur untuk jadi panitia acara kampus. Hhehee. #UKS2011

7. Nah, UAS di semester terakhir sih saya mesti belajar juga. Lumayan 9sks, menebus 'dosa masa muda' semester 2 s.d. 5. #UKS2011

8. Alhamdulillah, UAS keenam saya lulus. Kalo '06' bisa dibaca enam, IPK saya TIGA KOMA ENAM. Padahal IP semester 5 itu 2,87 #UKS2011

9. KTTA? Nggak usah dibahaslah. Mengarang indah dengan dosbing dan dosnil yang indah pula. :) #UKS2011

10. Singkat cerita, tinggal ada UKS. Dari 8 penghuni kos, cuma saya dan Emil (tingkat satu) kayaknya yg nyantai. :) #UKS2011

11. Sementara yg lain sibuk belajar ini belajar itu. #UKS2011

12. Saya bukan merasa sudah berilmu, tapi dengan kuliah saya selama ini, nggak yakin pelajaran itu masuk dalam waktu singkat. #UKS2011

13. Pada intinya saya banyak pasrah kepada takdir saja. Hhehee.... #UKS2011

13. Ralat ah, "...kepada takdir Allah saja." :)

14. Kebetulan saat UKS adalah awal Ramadan, saya yakinkan diri saja bahwa Allah menolong hamba yg meminta pertolongannya. #UKS2011

15. Terinspirasi dari @yudayummi, saya perbanyak saja tilawah. Tak peduli mungkin temen2 memandang aneh. Hhehee. #UKS2011

16. Kenapa? Ya itu tadi, saya belajar dengan sekian banyak materi, makin bingung ngung!! Udah tilawah aja, mumpung Ramadan ini. #UKS2011

17. Satu hal yg saya pegang, bahwa saya mau melalui #UKS2011 tanpa kecurangan. Walaupun sejumlah teman merancang strategi tertentu.

18. Nyontek? Nggak, curangnya anak STAN mah jauh lebih canggih. #UKS2011

19. Maka saya teringat guyonan Ustaz Rasikh di Oasis jelang UAS. "Yg korupsi anak STAN, tapi yg nangkepin biasanya anak STAN juga." #UKS2011

20. Saya pikir sih betul juga. Tapi ya sudahlah, udah pada gede juga. Tahu yg mana baik mana buruk. #UKS2011

21. #UKS2011 pun berlangsung, dan saya adalah peserta UKS yg berkoar-koar atas ketidaksetujuan saya pada sebuah strategi.

22. Strategi #UKS2011 itu bernama 'catat dan hafal soal'. Karena menurut kebiasaan, UKS putaran kedua sama persis soalnya.

23. Saya tidak bersedia, karena itu berarti memberikan kesempatan bagi yg harus 2putaran untuk berleha-leha. #UKS2011

24. Walaupun sangat besar kemungkinan saya juga termasuk yg 2putaran #UKS2011-nya.

25. Biarlah saya menerima jika memang harus kalah di putaran pertama #UKS2011. Yang penting tidak menodai integritas.

26. Bersingkat dalam kisah, saya lulus #UKS2011 bahkan di putaran pertama! Lagi-lagi ingat senior saya @yudayummi. Hhehee....

Twips, masih ada kisah saya tentang #UKS2011. Nanti lanjut lagi ya...!! Udah dipanggil ke masjid tuh! :)


27. Sebuah anugerah yg sangat indah, saya bisa lulus #UKS2011 di putaran pertama dengan nyaris tanpa belajar di pekan ujian.

28. Masalah selanjutnya, saya ditagih jatah nyatet dan ngapalin soal #UKS2011 untuk dikompilasi, katanya persiapan putaran kedua.

29. Emang dasar saya orangnya ngeyel, dengan terang-terangan saya tidak suka dengan cara itu. #UKS2011

30. Miris memang, teman2 yg selama ini menurut saya fikrohnya sangat bagus, ee ikutan juga dengan alasan solidaritas. #UKS2011

31. Di antara yg ikut putaran kedua #UKS2011, ada teman liqo saya yg udah jauh lebih dulu kenal tarbiyah.

32. Saya berhusnuzhon, saya harap ia mengambil langkah sesuai yg saya wacanakan sebelumnya. Apalagi ia cenderung lebih pinter. #UKS2011

33. Ternyata eh ternyata, putaran kedua #UKS2011 disiapkan dengan menghapal soal dan jawaban.

34. Kemudian dengan antusiasnya mereka bercerita, bangga bisa keluar cepet banget di #UKS2011 putaran kedua.

35. Saya tertegun, apa mungkin justru saya terlalu ekstrim dengan hal ini? #UKS2011

36. Mungkin karena ilmu saya terlalu dangkal hingga bersikap terlalu ekstrim? #UKS2011

37. Perasaan itu muncul, karena kenal dan paham tarbiyah pun baru di Kampus STAN. Sementara mereka terhitung senior saya. #UKS2011

38. Mungkin ada fiqh tertentu yg membolehkan curang saat ujian yg menentukan kelulusan dari STAN? #UKS2011

39. Atau mungkin saya yg terlalu lancang menganggap perbuatan menghapal soal yg tidak dibagikan untuk dibahas... #UKS2011

...lalu dihapal jawabannya untuk #UKS2011 putaran kedua?


40. Tapi saya mikir lagi. Kan jelas2 soal #UKS2011 putaran pertama nggak boleh dibawa pulang? #UKS2011

41. Bagaimana mungkin mahasiswa yg (katanya) berintegritas, berupaya menghapal soal yg tidak diperkenankan dibawa itu? #UKS2011

42. Parahnya lagi, 'strategi' menghapal soal itu dikoordinasi langsung oleh 'para pimpinan mahasiswa'! #UKS2011

43. Saya ingat betul ada wanti2 khusus tentang penghapalan soal ini, "Jangan ketahuan sekre/pengawas ya...?" #UKS2011

44. Hellooo!! Kalo perbuatan ini legal dan sah, kenapa harus sembunyi2 dari Sekretariat STAN yg menaungi perkuliahan kita? #UKS2011

45. Hingga saat itu, sebetulnya saya masih ragu dengan sikap saya. Tapi bukan Dio Agung Purwanto jika mudah berubah sikap. #UKS2011

46. Oh iya, penghapalan soal #UKS2011 itu karena tren tahun2 sebelumnya, putaran kedua soalnya sama persis. Paling ditukar urutan.

47. Atas dasar itulah, 'strategi' itu disusun. #UKS2011

48. Waktu menghadapi putaran pertama, saya membayangkan akan dicemooh jika sampai tidak lolos putaran pertama #UKS2011.

49. Jujur, saya sangat mengkhawatirkan hal itu terjadi. Kalau sampai saya ikut #UKS2011 tahap kedua, sirnalah koaran saya itu.

50. Setelah hari terakhir #UKS2011 putaran pertama, saya pasrah sepasrah-pasrahnya. Menyiapkan wajah malu karena pernyataan saya.

51. "Kalau memang tindakan hamba ini benar, tunjukkanlah kepada mereka. Kalau salah, berikan petunjuk kepada hamba." #UKS2011

52. Janji itu genaplah sudah, saya lulus #UKS2011 di putaran pertama! Lanjut koar-koar lagiii! :)

53. Beberapa teman ada yg bilang setuju ke saya, tapi tentu tidak sefrontal yg saya lakukan. #UKS2011

54. Sedih saya melihat binar bahagia mereka yg berhasil mengumpulkan soal2 #UKS2011 dengan strategi yg mereka susun.

55. Lebih sedih lagi, mereka bangga sekali menceritakan keluar kelas ujian dengan segera. #UKS2011

56. Padahal saya banyak belajar tentang keikhlasan dan kejujuran dari mereka, tapi momen #UKS2011 sedikit banyak membuat saya kecewa.

57. Tapi di balik semua itu, saya bahagia pada akhirnya mereka lulus juga dari #UKS2011

58. Lebih bahagia lagi, sejarah UN SMA saya terulang lagi di #UKS2011. Karena saya bisa lulus tanpa curang atau membantu kecurangan.

59. Saya dianggap kaku? Biarlah! Ekstrimis? Biarlah! Nggak solider? Biarlah! Sok pinter? Biarlah! Belagu? Biarlah! #UKS2011

60. Toh urusan prinsipal (agama) saja "Lakum diinukum wa liyya diin". Apatah lagi hanya tentang #UKS2011

61. Yang terpenting bagi saya, bahwa saya memegang apa yg saya yakini kebenarannya. Tidak hanya menjadi follower ke mana-mana. #UKS2011

62. Perkara akan ada yg memusuhi saya karena #UKS2011, memangnya saya punya kuasa atas hati mereka? Cari teman yg lain lagi, beres!

63. Yang pasti saya bahagia, 787 Mahasiswa Akuntansi angkatan saya berhasil melalui #UKS2011 meskipun ada yg dua putaran.

64. Bahagia pula, ada cerita tentang #UKS2011 yg bisa saya tuturkan ke anak cucu saya kelak.

65. Oh iya! Kala itu saya juga dihadapkan pada sinisme terhadap sikap saya yg katanya 'sok idealis'. #UKS2011

66. Waktu itu secara spontan saya menjawab bahwa idealisme justru teruji di saat-saat ekstrim. #UKS2011

67. Benar atau tidak mengenai idealisme tadi? Setidaknya itu yg saya pahami. #UKS2011

68. Dan atas yg saya pahami itu, saya berusaha menggenggamnya kuat-kuat. Insan mencemooh apa, biarkan saja. #UKS2011

69. Buktinya sekarang, pergaulan saya di Kampus STAN tidak begitu terganggu. Masih banyak yg mau menerima pemikiran saya. #UKS2011

70. Dan saya tidak pernah menyesali sikap yg saya ambil di #UKS2011, bahkan saya bersyukur bisa melewatinya tetap pada pandangan saya.

71. Ada yg tidak setuju, itu wajar. Tapi menurut saya, inilah mula aplikasi atas integritas yg selama ini digembar-gemborkan. #UKS2011

72. Kalau 'hanya' karena #UKS2011 sudah tega berlaku curang, apalah lagi jika dihadapkan pada persoalan yg lebih serius dan berpeluang?

73. Satu yg saya petik juga dari #UKS2011. Bahwa saya ingin tetap tarbiyah, karena yg sudah lama pun tak ada jaminan, apalagi saya yg newby.

Sejauh itu saja yg bisa saya utarakan tentang #UKS2011. Semoga ada manfaatnya.

Maaf jika ada yg tersinggung terkait kicauan saya tentang #UKS2011, Alhamdulillah masih punya hati utk tersinggung.

Prahara Merah Jambu



Dino termenung di pojok kamar. Diktat kuliah masih tergenggam di tangan kirinya. Sementara tangan kanan menopang dagu dan bersandar ke lutut. Sesuatu yang aneh bagi Ardi, karena yang dia tahu sahabatnya yang satu itu selalu ceria.

Ingin mendekat dan menanyakan penyebab sahabatnya yang pernah menjuarai seleksi olimpiade cabang lempar lembing tingkat kabupaten itu bermuram durja, tetapi Ardi ragu. Ia tahu, dalam keadaan seperti ini, hanya Gusti yang bisa membuat Dino angkat suara menceritakan permasalahannya. Lekas Ardi beranjak dari dekat pintu kamar Dino ke kamar depan yang penghuninya dikenal sering menjadi tempat curhat bagi sahabat-sahabatnya satu rumah.

Gusti sedang menyelesaikan tadarus untuk memenuhi targetnya di hari kedelapan Ramadhan, setengah jam lagi waktu maghrib tiba. Ardi hanya berdiri mematung di depan pintu. Tidak perlu waktu lama, karena Gusti akan segera menyudahi tadarusnya, seperti biasa ia akan segera menghentikan aktivitasnya jika ada yang sedang menunggunya.

Sebuah anggukan kecil dari Gusti membawa Ardi melangkah masuk dan duduk di samping Gusti.

“Ada apa, Di?” Gusti memulai pembicaraan sambil membetulkan sarung.

“Si Dino tuh, Gus.” Ardi mengambil posisi duduk mengarah ke Gusti dengan mengerutkan dahi dan mengangkat kedua alisnya.

“Kenapa Dino? Ngerampas gebetan kamu lagi?” Gusti setengah meledek Ardi yang dulu sering kalah cepat dengan Dino yang mau tidak mau harus diakuinya lebih eye catching di mata teman-teman perempuan mereka.

Ardi menyeringai, “Bukan, kayaknya nggak ada hubungan ama cewek, deh.”

Gusti mengerling.

“Dino kayak lagi ada masalah beraaat banget. Dari tadi siang kerjanya ngelamun mulu! Coba deh kamu tanyain, jangan-jangan dia bener lagi ada masalah.” Jelas tak ada raut kecemburuan atau perasaan kalah saingan di wajah Ardi.

Gusti berdiri, meletakkan mushaf ke meja.

“Ah, paling baru putusan ama cewek.”

Ardi ikut berdiri di samping Gusti menghadap jendela di dekat meja, “Dino kan udah nggak pacaran lagi sejak dua bulan yang lalu?”

Gusti berbalik menghadap ke Ardi.

“Iya juga, ya?” Kali ini Gusti terlihat serius.

“Nah, makanya Gus. Coba kamu ajak ngomong dia. Jarang lho Dino kayak gini....”

Gusti mengangguk tanda setuju.

***

Mendung semakin pekat, Dino bergegas ingin meninggalkan kampus untuk pulang. Sore ini jadwal piketnya membersihkan rumah kontrakan bersama Eko.

“Hey, kamu Dino ya?”

Dino menoleh dan memutar tubuh ke arah suara yang memanggilnya.

“Ya, ada apa?” Senyum ramah khas Dino menampakkan suasana keakraban dengan lelaki yang sekarang berada di depannya itu, kira-kira dua tahun lebih tua daripada Dino.

“Kenalin, aku Peter. Anak Sastra Cina.” Lelaki itu mengulurkan tangan.

Gemuruh suara petir mulai terdengar, tetes demi tetes hujan mulai jatuh membasahi taman yang membuat warna coklat tanahnya lebih tua.

Dino menjabat tangan Peter.

“Dino, aku lihat nama kamu kemaren di Agency Pratama. Hardino Makmun Murodj, kan? Kamu model juga ya?” Peter berbicara dengan mata berbinar dan penuh semangat.

“Oh, itu. Iya, saya pernah di sana. Tapi sekarang udah nggak lagi.” Dino menjawab dengan hati-hati.

“Kenapa?” Peter lebih mendekat kepada Dino.

“Itu dulu waktu SMA. Sejak kuliah saya udah nggak lagi, lebih asyik di organisasi kampus.” Tanpa perlu ditanya, sebenarnya Dino ingin cepat-cepat beranjak dari sana.

“Oo, gitu? Yaah, nggak jadi deh ngajakin kamu bareng ke kontes besok.”

Gelegar suara guntur terdengar lagi, rinai hujan semakin besar.

“Kontes? Oh, maaf. Besok kebetulan saya juga ada acara. Ini juga udah ditunggu temen. Saya duluan ya...! Keburu deras hujannya.”

Dino berbalik hendak berlari.

“Eh, Dino tunggu!”

Langkah Dino mendadak terhenti, ia menoleh.

“Ee, maaf. Saya harus buru-buru pergi.” Dikibaskannya tangan Peter, lalu ia berlalu.

Dari kejauhan, Peter tetap berdiri di bawah hujan yang semakin deras, memandang Dino hingga ia naik ke angkot
berwarna merah.

***

“Jadi kamu digodain banci lagi? Hhahaa...!!”

“Gusti, ini serius! Serem ah!” Dino bersungut.

Gusti masih terus menahan tawanya supaya tidak meledak.

“Iiih, tuh kan? Makanya aku nggak mau cerita tadi. Kamu pasti ketawa lagi.” Kepalan tinju Dino mendarat di bahu Ardi. Agak keras memang, tapi tidak membuat Ardi cukup merasa kesakitan.

Dino terlihat geram mendapati sahabatnya terpingkal-pingkal mendengarkan ceritanya.

“Iya, iya, maaf. Lucu aja, kamu tuh ya, cakep-cakep jadi bahan godaan banci.” Gusti kembali tertawa, menampakkan deretan gigi putih bersih yang diperiksakannya enam bulan sekali ke dokter gigi.

Dino masih diam, bibirnya terkatup rapat.

“Ya udah, terus gimana? Emang tadi kamu lagi ngapain bisa ketemu banci?” Gusti mulai menunjukkan tampang serius, meskipun ia belum bisa menghapus ekspresi geli atas kasus Dino ini.

Dino memperbaiki posisi duduknya, menghadap Gusti.

“Tadi aku kan lagi di potokopian Pak Raden, trus ada banci pengamen lewat. Ee...daguku dicolek. Main mata lagi tuh banci! Padahal aku udah pura-pura nggak liat. Serem, ah!” Dino kegelian sendiri.

“Hahahaa...! Gitu aja koq repot? Dicolek aja balik!” Gusti sedikit menghindari kalau-kalau ada pukulan lagi mendarat ke bahunya.

“Dicolek balik nenek lu! Enak aja....” Dino terus bersungut.

“Hehe... ya udah, toh cuma pengamen doank. Dia kan nggak kenal kamu?”

Sebuah pukulan mendarat lagi di pundak Gusti. Gusti berusaha menghindar, lagi-lagi sambil terpingkal-pingkal.

“Mmm. Tapi bukan itu aja masalahnya....” Suara Dino terdengar berat.

Sejurus kemudian tawa Gusti berhenti. Ia menangkap ada masalah yang lebih serius menggelayuti wajah sahabatnya itu.

“Ada apa emangnya?”

Dino tidak menjawab, terdiam. Ia masih ragu untuk menceritakan semuanya kepada Gusti. Tetapi kalau bukan sekarang, kapan lagi?

“Hey! Ada masalah apakah gerangan, Hardino Makmun Murooodj??” Gusti membuyarkan lamunan Dino.

Dino tetap tidak menjawab, ia beranjak menuju lemari pakaian, mengambil sesuatu dari lacinya lalu menyerahkannya ke pangkuan Gusti.

Tanpa dikomando, Gusti langsung mengambil selembar kertas di antara tumpukan kertas warna-warni yang diberikan Dino. Sejenak ia mengernyutkan dahi, membolak-balik kertas-kertas itu, membacanya dengan seksama. Lalu tiba-tiba

Gusti tergelak, suaranya memenuhi setiap sudut ruangan.

Apa pasal? Tampaknya kertas-kertas itu memuat lelucon yang sangat lucu hingga seorang Rahardian Gusti Prambudeans terpingkal-pingkal sedemikian rupa. Sementara di hadapannya, Hardino Makmun Murodj makin merengut dan menunjukkan wajah kesal terhadap sahabat yang sudah dikenalnya sejak SMA itu.

Gusti menyadari bahwa sahabatnya itu kurang berkenan dengan sikapnya menertawai surat-surat itu. Surat? Ya, surat-surat cinta dari seseorang yang sudah tidak asing bagi keduanya. Gusti menghentikan tawanya, mulai memasang wajah serius.

“Kamu dapet surat ini dari mana?” Gusti memulai pembicaraan serius.

“Ya dari dia lah!” Dino masih berwajah muram.

“Iya, maksud aku gimana caranya surat-surat ini bisa nyampe ke kamu? Nggak mungkin kamu terima langsung dari dia berulang kali, kan?” Gusti memandangi wajah sahabat lamanya itu penuh iba. Benar sekali, untuk hal ini Gusti harus menaruh rasa iba yang mendalam.

Dino diam.

“Dino...?” Gusti mencubit pundak Dino.

Dino menengadahkan kepalanya, berhadapan langsung dengan sahabat yang sudah seperti saudaranya sendiri itu.

***

Brakk!! Pintu terbuka dengan sangat keras.

Gusti yang sedang menyiapkan slide presentasi tentang kepribadian untuk kuliah terakhir besok sebelum libur menjelang Idul Fitri langsung melompat, memasang kuda-kuda. Setelah yakin bahwa yang datang adalah Ardi, Gusti menarik napas lega. Diliriknya jam dinding, dua jam sejak mereka pulang tarawih dari masjid.

“Ada apa sih, Di?” Gusti penasaran.

Napas memburu Ardi menyiratkan sesuatu yang cukup serius dan membuatnya begitu panik.

“Mmm...Dino, Di...Dino.” Sangat jarang terjadi. MC andal semacam Ardiens Solzxumangiaque, entah dari mana orangtuanya menemukan nama semacam itu, bisa terbata-bata seperti itu.

“Dino kenapa, Di?!” Gusti ikut panik.

“Gusti, Dino Gus....” Ardi masih terus mengatur napas.

“Iya, Dino kenapa??!”

***

“Kamu tahu Warung Bu Nani kan?” Pertanyaan lirih meluncur dari bibir merah Dino.

Gusti mengangguk.

“Bu Nani yang selalu memanggilku dan memberikan surat-surat ini,” ia menghela napas dalam-dalam, “atas permintaan Peter.”

“Lho, emang Bu Nani ikut-ikutan ngejodohin kamu ama Peter, gitu?”

“Kayaknya Bu Nani nggak tahu. Kamu liat aja gayanya Peter, cowok banget kan? Mana ada orang nyangka dia berbuat kayak gini?” Kekesalan Dino semakin menjadi.

Dino terdiam sesaat, ia menyambar tissue di atas meja. Ternyata matanya basah. Permasalahan yang serius, memang.

Gusti masih menunggu lanjutan presentasi dari Dino, model majalah remaja waktu SMA dulu.

“Mungkin Bu Nani taunya itu surat dari adiknya Peter, Sofie. Makanya Bu Nani semangat banget ngasih surat-surat ini ke aku. Dari dulu kan Bu Nani seneng banget jodoh-jodohin orang.” Mata Dino makin berair, Gusti paham bahwa ini benar-benar membuat Dino stress.

Diam. Gusti juga bingung mau berkata apa. Selama ini dia sering merasa iri kepada sahabatnya yang satu ini. Tampang keren Dino sudah sangat memikat banyak orang tanpa perlu ekspos berlebih. Tapi mendapati sahabatnya ini yang sering digoda banci, hampir dijebak seorang teman perempuan, hingga saat ini nyata-nyata menjadi gebetan teman sesama lelaki, dalam hati Gusti bersyukur diberi karunia tampang pas-pasan meskipun tidak jelek juga.

***

“Ardi. Dino kenapa???!!” Gusti mencengkeram bahu Ardi meminta penjelasan.

“Di...Dino berantem ama Peter!”

“Masya Allah. Di mana mereka sekarang??”

“Merak.” Gusti langsung menangkap maksud Ardi. Merak adalah nama warnet di dekat rumah kontrakan Peter dan Sofie, mereka menyewa rumah dengan dua kamar yang cukup besar.

“Oke, kita ke sana sekarang!” Gusti langsung menyambar jaket hijau tua, sama persis dengan yang dimiliki Dino. Jaket hadiah dari Dino saat ia mendapatkan beasiswa pertamanya.

Gusti menyalakan Supra X merahnya, sementara Ardi menyampaikan berita tentang Dino kepada Amin dan Eko di kamarnya masing-masing. Sejurus kemudian, mereka berdua meluncur diiringi banyak pesan bernada khawatir dari Amin dan Eko.

Hanya perlu enam menit untuk tiba di lokasi yang dimaksudkan Ardi. Benar saja, ramai orang berkerumun menyaksikan apa yang terjadi.

Dengan bersusah-payah, Gusti dan Ardi menembus keramaian itu. Dalam hati keduanya mengumpat, sungguh orang-orang di sekitar sini tampak seperti tak punya akal. Orang berkelahi bukannya dilerai, malah ditonton bak sedang menyabung ayam. Apatah lagi ini bulan Ramadhan. Masa iya tidak ada yang berusaha menghentikan pemandangan memalukan ini?

Memalukan, memang. Dua orang mahasiswa senior berkelahi di muka umum, bergulat layaknya bocah ingusan yang berebut mainan.

Tanpa ba bi bu, Gusti menarik Dino yang masih terus berusaha melancarkan pukulan bertubi-tubi kepada Peter. Sebuah tamparan keras mendarat di wajah putih Dino yang berlumuran luka. Emosi yang meledak-ledak membuat Dino berusaha membalas. Namun demi melihat wajah orang yang menamparnya tadi, Dino terkesiap. Ia mundur beberapa langkah, memecah kerumunan di sekitar mereka. Lalu wajah beringasnya berubah, melunak, dan mata itu mulai berkaca-kaca.

Gusti memberikan isyarat kepada Ardi untuk mengurus Peter yang terluka jauh lebih parah. Pantas memang, sepertinya tadi Peter hampir tidak memberikan perlawanan. Malah Gusti sempat menangkap semburat senyum dari wajah Peter ketika menerima pukulan bertubi-tubi dari Dino.

Gusti mendekati Dino, lalu mendekap sahabatnya itu. Tanpa diminta, Dino menceritakan secara singkat kejadian yang ia alami malam ini. Kerumunan yang tadi ramai, sudah membubarkan diri tanpa dikomando.

“Astaghfirullah... sunguh banyak penyakit akhir zaman. Sabar, Akhiy....” Gusti bertutur lembut kepada Dino yang sudah berada di posisi membonceng Supra X merah, bersiap meninggalkan lokasi. Gusti menjadi paham, mengapa Dino demikian beringasnya seolah ingin melenyapkan Peter dari muka bumi. Dalam hati Gusti membenarkan tindakan Dino. Ia pun mendapatkan jawaban atas keheranannya kepada Peter yang tadi nyaris tidak tertutup auratnya.

Tidak begitu jauh, Sofie datang tergopoh mendapati abangnya yang terluka parah. Segera ia selimutkan jaket kepada bagian tubuh abangnya yang tidak pantas terbuka.

Ardi mulai mengangkat tubuh Peter yang terkulai. Namun semburat senyum Peter itu tetap tertuju kepada Dino. Sebuah kalimat tidak senonoh meluncur dari bibir Peter yang sudah pecah itu, jelas sekali terdengar oleh Dino yang belum meninggalkan tempat itu.

Lalu kejadiannya demikian cepat.

“Dino jangan!!!” Gusti tak sanggup menahan tubuh sahabatnya yang melesat kencang.

Dalam sekejap, sebuah batu sekepalan tangan meluncur deras sekencang peluru, menghantam bibir Peter dan hidung mancungnya. Cairan merah itu memancar deras ke jilbab lebar Sofie. Jeritan panjang memecah malam kedelapan belas di bulan Ramadhan.

Diselesaikan di Jurangmangu, 9 Ramadhan 1432.
(Ditolak redaksi Majalah Annida Online dengan alasan ceritanya datar dan terlalu banyak dialog)
Sumber gambar: http://kutaksempurna.blogspot.com/2009/01/bukan-gadis-merah-jambu.html

Selasa, 04 Oktober 2011

Sadd Itu Kau yang Menciptakannya Sendiri

Rupanya, lentik jemarimu telah kau bawa kepada kenistaan.
Kau rapalkan mantra sahdah bak firman Tuhan, padahal itu tipuan.
Sekilas kau memang suci, sekelebat kau memang anggun.
Tapi bualan tak ‘kan selamanya menipu, bahwa sungguh kau t’lah durjana!

Sadd itu, kau yang menciptakannya sendiri.
Bukan ibu bapakmu yang punya tanggung jawab, bukan pula isteri-isterimu.
Apatah lagi manusia-manusia kecil yang tumbuh berkembang dari air hinamu.

Sadd itu, kau yang menciptakannya sendiri.
Dengan kepiawaian berlema, dengan kesahduan berpujangga,
kau tawarkan fatamorgana yang ternyata duri berbisa.
Sementara sahmura yang kau iming-imingkan, lagi-lagi tipu belaka.

Sadd itu, kau yang menciptakannya sendiri.
Janji-janji dalam bualan demi menangguk suara pilihan.
Beras, minyak, mi instan, t’lah kau ramu semacam saguer
yang memabukkan konstituen hingga pantatmu naik ke kursi itu.
Dan setelah itu, kau tumbalkan manusia yang memakan
beras, minyak, mi instan, yang telah kau hidangkan di atas safrah.

Sadd itu, kau yang menciptakannya sendiri.
Tak usah heran, bencana merayu mimpi.
Mereguk kesejahteraan, menelan kemakmuran.
Karena kau telah memancing murka Tuhan!!!
Maka nikmatilah sadd itu, sebagai ganjaran bagimu.
Sadd yang menghalangi hidup dan matimu dari keberkahan Tuhan.
Saat nanti maut menjemput, kami yakin sadd itu akan menimpamu.

Jurangmangu, 4 Oktober 2011
Makian untuk para politisi busuk yang hanya bisa membual.