Senin, 04 September 2017
DSC, Sebuah Perjalanan
DSC Hadir Oktober 2017
Sebuah film yang ditunggu-tunggu, akhirnya akan tayang Oktober 2017 ini. Trailer-nya aja udah sekeren ini.
Duka Sedalam Cinta The Movie sebuah film dari produser Helvy Tiana Rosa yang disutradarai Firman Syah, akan diwarnai keindahan alam Halmahera Selatan yang sangat apik. Diperankan oleh bintang-bintang muda berbakat Izzah Ajrina, Hamas Syahid, Masaji Wijayanto, dan Aquino Umar. Didukung dengan peran Wulan Guritno, Mathias Muchus, Cholidi Asadil Alam, Salim A Fillah, Ali Syakieb, Asma Nadia, Chikita Fawzi, dan segenap nama beken lainnya.
Yuk, siapkan dana untuk tiket nonton berkali-kali dan mengajak teman-teman!
https://youtu.be/JJD83-R0fBE
Sabtu, 29 Juli 2017
Berjalan dengan Ponsel
Diakui atau tidak, sebagian dari kita berjalan menenteng ponsel sambil berkali-kali melihatnya disebabkan kurang pede menatap sekitar. Apa yang dilakukan dengan ponsel sambil berjalan?
1. Melihat Jam
Bahkan menitnya belum berubah sudah dilihat dua hingga tiga kali.
2. Clear Chache
Fasilitas one touch untuk membersihkan temporary files menjadi salah satu sasaran. Bahkan mungkin hanya 15MB chache lantaran baru saja dibersihkan semenit lalu.
3. Cek Notifikasi
Buka app facebook, instagram, twitter, path, dan sebagainya hanya untuk memastikan kalau-kalau ada satu saja notifikasi terbaru. Tidak ada notifikasi baru? Cari posting facebook yang terlihat akan ramai dikomentari, tinggalkan komentar walaupun sekadar satu kata, "jejak." Let's see, beberapa menit kemudian, notifikasi berdatangan.
4. Cek Grup
Buka line, whatsapp, dan sebagainya. Siapa tahu ada posting lucu yang belum ada di "grup sebelah", jadi bisa di-copy.
5. Lock and Unlock
Tampaknya yang ini cukup parah. Tapi memang ada loh, teman yang berjalan sambil berkali-kali membuka dan mengunci layar ponsel. Biasanya karena kombinasi pattern atau password agak rumit, jadi terlihat sedikit sibuk.
Salah? Nggak juga sih. Tapi berjalan sambil 'bercengkrama' dengan ponsel menurunkan kepekaan dan konsentrasi kita terhadap sekitar. Bisa tertabrak orang atau kendaraan, terbentur tiang, terjerembab, atau meringsek ke lubang yang luput dari perhatian. Ayo hentikan sejenak aktivitas 'iseng' dengan ponsel ketika berjalan. Tunggulah hingga kita berhenti dan duduk. Atau jika mendesak, menepilah dan berhenti sebentar. Kalau sedang berjalan, tegakkan badan dan edarkan pandangan ke sekitar. Jangan grogi, lha wong mereka pada lihatin ponsel, bukan merhatiin kita.
Dio Agung Purwanto
Bintaro, 29 Juli 2017
Rabu, 12 Juli 2017
Transformers dan Kejenuhan Bercerita
Jagat layar lebar kembali disemarakkan franchise film dari negeri paman Sam yang satu ini. Sampai pada seri kelima, tentu mengindikasikan bahwa Transformers diminati masyarakat dunia dan menguntungkan bagi para pembuatnya. Kemegahan produksi yang sangat mengandalkan komputerisasi ini berhasil membuat tercengang jutaan pasang mata dengan aksi tokoh-tokoh di dalamnya. Untuk aksi cepat yang menegangkan dan penuh dentuman suara pemacu denyut jantung, film ini sangat memenuhi unsur hiburan.
Akan tetapi, saya pun bertanya-tanya, di mana unsur kebaharuan film kelima yang diproduseri empat jutawan di bawah Paramount Pictures ini? Ceritanya masih berkutat seputar manusia makhluk bumi yang berdampingan dengan Autobots, lalu situasi memanas atas kehadiran kembali para Decepticon. Sebagai sebuah karya layar lebar dengan jangkauan putar lintasbenua, selayaknya karya sutradara Michael Bay ini memiliki poin unik yang layak dinantikan. Bukan hanya Decepticon datang, Autobots bekerja sama dengan manusia, lalu akhirnya bumi aman. Terlalu klise, tapi demikianlah adanya.
Memang ada kemunculan Quintessa, tapi apa sih kehebatannya? Hanya diserang sedikit saja bisa sedemikian hancur. Bukankah ia yang menciptakan Optimus Prime dan bangsanya? Memang ada sedikit konflik saat Optimus Prime menjadi jahat dan menyerang bumi, tapi lagi-lagi penyelesaiannya terlalu dipaksakan. Ingat cerita Batman jahat yang sadar hanya karena nama ibu Superman sama dengan nama ibunya? Begitulah kira-kira Optimus Prime di bawah pengaruh Quintessa yang seketika luluh demi mendengar suara Bumblebee.
Kreator film ini hebat, harus diakui. Bukan hal yang mudah menampilkan durasi 150 menit dengan banyak sekali efek yang perfeksionis. Tentu memerlukan banyak tenaga, waktu, dan dana. Tetapi untuk dinilai sebagai sebuah film yang keren, menurut saya susah sekali. Para pemerannya hampir tidak dituntut akting yang demikian mumpuni, sepanjang film mayoritas disuguhi kemewahan CGI semata. Namun, sekali lagi, film ini cukup menghibur.
Bagi saya pribadi, poin 6.8 dari 10 untuk film ini.
Gambar: hdwallpapers.in
#transformers #film #ulasan #ulasanfilm #review #moviereview